November 2006 - Posts

Training DNN untuk IKM di Yogyakarta

1. Makan gudeg bareng tim dari Departemen Perindustrian pusat dan daerah. Hm, di daerah Widjilan memang pusatnya gudeg ya.

Makan gudeg dulu yak 

2. Lembaga Pendidikan AlfaBank, tempat diadakannya training. Microsoft Campus Agreement boo... Kereen !

AlfaBank, Microsoft Campus Aggreement 

3. Saat pembukaan. Man in black on the left side. 

Pembukaan 

4. Suasana di tempat training. Mr. DNN in action. No offense. ;-)

Sebagian peserta   In action 

6. Saat penutupan oleh Departemen Perindustrian Yogyakarta 

Penutupan 

7. Coba kalo pesertanya kayak gini semua 

Gimana gak betah di Yogya   Duh gusti, jadi pengen ke Yogya lagi nih   Hmm, jadi gak pengen pulang nih   Hmm, jadi gak pengen pulang nih

8.  Foto bareng peserta dan 'peserta' sebelum pulang. Hehehe.

Foto bareng sebelum pulang   My new friend

Yogya.... 5-7 Desember 2006 aku akan kembaliiiii.......

Share this post: | | | |
Posted by agung | with no comments

Yogyakarta ... i'm comiiing

Wah, dateng lagi ke kota Gudeg. Hm.. nyam..nyam..

Yogyaaa.... aku dataaanng.....

Share this post: | | | |
Posted by agung | 4 comment(s)

Bubu Award, jagoan web yang tidak mengerti 'web'

Menarik membaca komentar-komentar dari :

  1. Tahir Tahang [V]
  2. Norman Sasono [V]
  3. Adrian Godong [V]
  4. Agus Kurniawan [V]

Hanya satu kata yang pantas untuk event Bubu Award v.05 .... DISKRIMINATIF.

Sederhana saja, jika memang mereka mengusung teknologi web seharusnya tidak ada diskriminasi antara teknologi Microsoft dan teknologi non-Microsoft. Liat aja judulnya "Indonesia' most prestigious Web Competition". Apakah teknologi web hanya PHP ? Naif sekali.

Seharusnya kita bisa membedakan antara 'PRODUK' dan 'TEKNOLOGI'. Teknologi WEB itu luas. Ada banyak teknologi lain yang ada di dalamnya, tidak cuman PHP yang cross platform.

Event nasional semacam itu juga semestinya mampu menjembatani semua teknologi yang dipakai. Biarkan anak bangsa berkarya dengan apa yang mereka sukai. Mereka harus sadar bahwa tidak semua senang dengan PHP, dan tidak semua tidak senang dengan teknologi Microsoft. Ada banyak karya anak bangsa yang berhasil disumbangkan melalui teknologi Microsoft. Jadi kenapa menganggap yang satu ayam dan yang lainnya unggas ? Ini jelas bodoh dan tidak bijak. Jika memang hanya PHP yang diizinkan, ganti saja namanya menjadi "Bubu Award, PHP Competition" seperti yang Agus Kurniawan sarankan. Itu lebih make sense. Jika masalahnya adalah tidak adanya lisensi perankat lunak Windows Server 2003, gunakan saja versi trial yang 180 hari. Itu sudah lebih dari cukup. Solusi dari Adrian Godong sangat masuk akal. Toh aplikasi yang disubmit bukan untuk dipakai di lingkungan produksi, jadi tidak melanggar EULA sama sekali (seandainya mereka juga pernah menyempatkan diri membaca EULA Windows Server 2003, i bet they never read). Kecuali masalahnya adalah .... mereka tidak punya hardwarenya. Nah ini lain cerita. Meski demikian, seharusnya mereka bisa mencari sponsorship dari vendor macam IBM, Dell, HP, atau sejenisnya. Lihat saja pada sponsorshipnya dan jurinya. Masa sih gak mampu me-lobby vendor hardware untuk hanya 'mendapatkan' atau paling tidak 'meminjamkan' server mereka agar bisa dipakai untuk event ini. Jika kita melihat dari sisi bisnis, seharusnya melebarkan ruang lingkup teknologi web yang menjadi prasyarat lomba akan jauh lebih menguntungkan toh. Sebab bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Persaingan semakin ketat, dan variasi hasil lomba yang diharapkan jadi semakin marak, semakin berkembang. Kita jadi semakin tahu banyak bahwa ternyata 'oh, .NET bisa bikin seperti ini ya. Saya pikir cuman PHP saja yang bisa' atau mungkin 'oh, ternyata ada juga implementasi AJAX di platform Microsoft. Menarik juga sepertinya'. Bukankah itu jadi lebih berkembang ?

Lucunya juga, membaca komentar-komentar termasuk juga dari salah satu dedengkot/mbah Linux di Indonesia yakni I Made Wiryana (IMW, saya menghormati beliau sebagai sesepuh) lagi-lagi urusannya adalah bajak membajak. Apakah ada yang berani menjamin bahwa ketika mendevelop sesuatu, bahkan menggunakan PHP sekalipun, tidak ada sesuatu yang dibajak di dalamnya ? Web Designer ? Hm, sarat software bajakan tuh. Liat aja Macromedia, Corel, Adobe yang digunakan. Seharusnya panitia menyertakan juga klausul "Harap sertakan nomor seri lisensi software yang Anda pakai saat membuat". Hahahaha, itu baru seru. Ada juga yang lucunya, ASP+MSSQL dicoret dari persyaratan karena tidak memenuhi portabilitas. Hm, bagaimana dengan ASP .NET pak ? ASP dan ASP .NET itu beda loh pak. Mari kita lihat :

  • ASP .NET, dapat running di mesin berbasis Windows dan berbasis Linux. See DotGNUGrasshopper dan Mono. Bahkan server kantor saya juga pake Fedora yang diinstall Grasshopper untuk menjalankan DotNetNuke, sudah running hampir 2 tahun dan tidak ada masalah. Apakah itu tidak memenuhi unsur portabilitas ? Seharusnya disertakan juga apa arti dari 'portabilitas' jika memang ada keharusan seperti itu.
  • Tools yang digunakan tidak mesti Visual Studio yang berlisensi, bisa juga menggunakan MonoDevelop, SharpDevelop, Snippet Compiler atau bahkan versi Visual Studio yang gratis yakni Visual Web Developer Express. Masing-masing ada yang running pada platform MS dan non-MS. Tinggal pilih. Apakah ini tidak masuk juga dalam kategori portable ? Apakah mereka yang mendevelop menggunakan PHP menggunakan Macromedia DreamWeaver bisa dijamin bukan bajakan ?
  • Implementasi .NET di submit ke ECMA sebagai standar. Artinya, kita bisa me-recompile untuk bisa running di mesin non Windows. PHP for Windows tersedia, PHP for Linux tersedia. Demikian juga .NET for Windows tersedia, .NET for Linux juga tersedia. Apakah masuk kategori portable ?

Ada juga komentar yang mengatakan bahwa 'ini seperti gaijin masuk rumah orang'. Hm, aneh sekali. Orang yang berkomentar tersebut seharusnya join di milis komunitas .NET Indonesia. Pernahkah ada 'tamu lain platform' yang direndahkan dan dianggap sebagai 'gaijin'. Komentar yang (maaf) idiot. Maaf ya bung. Komunitas .NET Indonesia, meskipun menggunakan platform Microsoft dan mengusung teknologi .NET, sangat open minded terhadap teknologi lain. Itulah sebabnya milis ini jauuuh lebih maju dan berkembang dibanding milis JUG (Java User Group) Indonesia yang tidak berkembang. Bedanya sederhana banget kok. Para Group Leader komunitas INDC itu paham benar mana 'PRODUK' dan mana 'TEKNOLOGI'. Jadi, selama yang diusung adalah teknologinya, tidak masalah Anda berbaju 'FreeBSD', atau berbaju '.NET', atau berbaju 'JAVA', atau berbaju 'Microsoft', atau berbaju 'Open Source'.

Ada juga komentar yang mengatasnamakan 'dosen'. Wah, dosen itu harusnya netral donk. Katakan 'TIDAK' pada semua bajakan. Tapi juga harus berani mengatakan 'BAGUS' pada teknologi A dan 'JELEK' pada teknologi B. Open minded saja lah. Harus bisa juga membedakan antara kepentingan SAINS dan kepentingan BISNIS. Dosen juga mengajarkan kepada mahasiswa 'jalan yang benar'. Jika memang mereka senang dengan teknologi A, begini konsekwensinya. Jika tidak siap dengan konsekwensinya, pakai teknologi B. Atau mungkin bisa menggabungkan keduanya pada suatu titik tertentu. Ke depannya Anda bisa memilih sendiri ingin menggunakan yang mana sesuai kebutuhan dan kemampuan. Itu jauh lebih fair.

Kenapa semua ini berkembang menjadi polemik yang cukup hangat, sebab lihat saja pada judul eventnya "Indonesia' most prestigious Web Competition". Ada puluhan ribu developer di Indonesia, sebagian cenderung senang dengan teknologi non-MS, sebagian lagi senang dengan teknologi Microsoft. Sebagian senang dengan PHP, sebagian lagi tidak. Lalu, mau dikemanakan mereka yang tidak senang dengan PHP ? Padahal mereka ini mungkin memiliki ide dan skill yang lebih baik dibandingkan mereka yang senang dengan PHP. Jika temanya adalah 'INDONESIA' seharusnya menyadari benar adanya keragaman ini. Dan keragaman ini harus bisa digunakan untuk kemajuan bangsa. Bukan malah mendiskreditkan satu dari yang lain.

Jadi, kata yang pantas adalah ... diskriminasi.

Share this post: | | | |
Posted by agung | 2 comment(s)

Training DNN serentak di 5 kota

Hm, persiapan untuk training DNN di 5 kota :

  1. Banten, Lokasi : ASMI Jl. Kepandean No. 15 Serang Banten
  2. Bandung, Lokasi : [tentative]
  3. Yogyakarta, Lokasi : Lembaga Pendidikan AlfaBank Jl. Timoho No. 108 A Baciro Yogyakarta
  4. Semarang, Lokasi : Ged. Java Design Center, Jl Imam Bonjol Semarang
  5. Surabaya, Lokasi : Regional Export Training & Promotion Center of East Java Kedung Doro No. 86 - 90 Surabaya

Tanggal 27-28 Nopember 2006 dan 4-5 Desember 2006 serentak di 5 kota di pulau Jawa.

Let's DNN rock !!!

 

Share this post: | | | |
Posted by agung | 1 comment(s)

Paparan di Mabes TNI AL

Presentasi mengenai website dan sistem polisi militer di mabes TNI Angkatan Laut. Semua sistem yang web berbasis ....... DOTNETNUKE + AJAX !

Menyenangkan bertemu dengan para pejabat TNI Angkatan Laut. Ada jendral bintang 3, ada kolonel, ada letnan kolonel, ada mayor, ada kapten, letnan 2, letnan 1, dan banyak lagi. Lengkap. Mulai dari yang expert di network, expert di security, hacker (bah ! ada juga ternyata), expert di aplikasi, sampe audience yang bertipe 'assasin'. :-)

1. Sebagian pejabat di mabes TNI AL yang ikut presentasi paparan website dan sistem baru

Presentasi 1

2. Mulai dari websitenya, modul-modul internal di dalamnya (custom module, dan web service module).

Presentasi 2

3. Jendral bintang 3, senang banget melihat hasil yang telah dicapai oleh kita. Beliau S2 dan sekaligus pengajar di SESKOAL (Sekolah Staf Komando Angkatan Laut). Presentasi yang saya pakai mendapat kehormatan untuk dicopy beliau sebagai bahan pengajaran di SESKOAL. Cool !

Presentasi 3

4. Mr. DNN. No offense ... :-)

Presentasi 4

5. Mereka tidak mengira aplikasi dan website yang kami buat bisa begitu dinamis dan fleksibel. Mulai dari solusi desktop, service, web, dan mobile.

Presentasi 5

Alhamdulillah semua lancar, dan mereka mempercayakan semua pelatihan aplikasi, konsultasi sistem kepada kami. Berikut ini adalah beberapa screenshot yang diizinkan untuk dipublish oleh pihak mereka.

6. Aplikasi Polisi Militer, versi Desktop. Sudah terpasang di 15 titik di seluruh Indonesia.

POMAL DESKTOP

7. Aplikasi Polisi Militer versi PDA. Khusus untuk para pejabat TNI AL atau mereka yang memiliki piranti mobile.

POMAL PDA

Menariknya, mereka membuat sendiri aplikasi tersebut. I only help them as a consultant. ;-)

Share this post: | | | |
Posted by agung | 1 comment(s)
Filed under:

Test from Windows Live Writer

testing menggunakan Windows Live Writer....

Share this post: | | | |
Posted by agung | with no comments

Cirebon .NET Academy (CNETAC), finally !

Di posting dengan menggunakan fasilitas Hot Spot dari STIKOM Poltek Cirebon.

1. Suasana saat Wisuda dan Dies Natalis STIKOM/STIE Poltek Cirebon

Suasana wisuda  Suasana wisuda

2. Penandatanganan MoU untuk project Cirebon .NET Academy (CNETAC) antara PT. BataviaSoft dan STIKOM Poltek Cirebon.

Suasana wisuda   PT. BataviaSoft menandatangani MoU

Next, Jakarta .NET Academy (JNETAC) on December !

Share this post: | | | |
Posted by agung | 6 comment(s)

Local .NET Academy

Hm, tak disangka ide untuk mewujudkan Local .NET Academy bisa terlaksana juga.

Tanggal 8 Nopember 2006 kita bakal sign MoU antara PT. BataviaSoft Indonesia dan kampus STIKOM Poltek Cirebon (http://www.stikompoltek.ac.id/). Kampus STIKOM Poltek Cirebon adalah kampusku yang dulu. Aku ingin majukan kampus ini. Meski kampus daerah, tapi minat mahasiswa untuk IT besar banget. Sayang jika semangat seperti itu harus luntur karena label 'daerah'. Saat ini total mahasiswanya kurang lebih ada 3000 lebih. Namanya untuk local .NET academy yang di Cirebon adalah ....... Cirebon .NET Academy (CNETAC).

CNETAC

 

Sedangkan yang di Jakarta, sign MoU antara PT. BataviaSoft Indonesia dengan kampus STIKOM Cipta Karya Informatika (http://www.stikomcki.ac.id/). Aku dulu termasuk pendiri kampus ini, jadi sayang jika tidak dimajukan dengan teknologi .NET. Saat ini total mahasiswanya kurang lebih ada 300 lebih. Namanya untuk STIKOM Cipta Karya Informatika adalah Jakarta .NET Academy (JNETAC).

Sudah saatnya 'bekerja cerdas' dan tidak sekedar 'bekerja keras'.

Share this post: | | | |
Posted by agung | with no comments