Catatan dari Seminar International Ilmiah di Bandung
Tanggal 30 oktober 2008, gw pergi ke bandung tepatnya di ITB untuk menghadiri International Conference on Mathematics and Natural Science 2008, event ini adalah event kedua dan gw sendiri juga pertama kali mengikuti seminar ilmiah international bahkan gw juga pertama kali presentasi dihadapan para peneliti.
Acara ini banyak sekali dihadari para peneliti, akademisi, dan professional baik dalam negeri maupun luar negeri. Dari catatan perjalanan gw, ini sangat menajubkan bagaimana perkembangan penelitian di bidang matematika dan ilmu pengetahuan alam mulai dari konseptual hingga implementasi.
Di acara ini gw membawakan topik yang merupakan hasil penelitian gw di bidang machine learning dan pattern recognition mengenai biometric system. Di dalam ruangan gw kenalan dengan salah satu prof dari USM (Universiti Sains Malaysia), dia membawakan grid computing dengan memanfaatkan google earth. Terus terang gw tertarik, maybe bisa kerja sama penelitian di kampus itu mengenai grid computing.
Acara ini membawa banyak inspirasi bagi gw. Sambil mencoba untuk tetap wise baik dari sisi akademis maupun industri. Sejak tiga tahun lalu gw sudah mencoba masuk ke area akademis tetapi tetap dikaki engineering karena background gw s1 sebagai electrical engineering yang pendekatannya lebih engineering namun akhir semester s1 rupanya isinya bukan engineering tapi pure science. Hal ini mungkin karena gw ambil Telecommunication terutama area penelitian digital signal processing ditambah lagi dua pembimbing s1 gw jebolan dari jepang dan perancis sehingga ini memberikan corak dan pemikiran gw.
Secara keseluruhan, acara ini sangat memberikan inspirasi, sepulang dari acara segudang ide tertanam di otak. Gw mesti plan dan atur schedule gw. Gw sendiri mengucapkan terima kasih kepada Ronald, thank untuk membantu proses registrasi dan mengajak keliling ITB, dan juga bos Andri yang sering jalan-jalan di bandung. Gw memberikan penghargaan atas dukungan dari isteri gw dan anak-anak yang rela menunggu bahkan sampai anak gw tidur di emperan masjid salman ITB. Kasihan juga gw melihat, sudah banyak biaya dan waktu yang di investasikan. Mungkin gw termasuk yang beruntung gw isteri gw mendukung dengan ikhlas. Semoga anak gw akan selalu mempunyai spirit untuk learning walaupun dalam kondisi kere.
