Clustering Windows Server 2008 R2 - Part 1
Clustering Windows Server 2008 R2 - Part 2
Clustering Windows Server 2008 R2 - Part 3
Tiga Weblog sebelumnya yang telah memandu kita menuju jenjang High Availability sudah selesai ditulis. Bagian terakhir dari rangkaian penulisan Weblog ini akan memandu kita dalam melakukan instalasi sebuah instan SQL Server yang mampu melakukan Failover di atas Cluster yang High Available.
Prasyarat untuk dapat melakukan instalasi instan SQL Server di atas Cluster yang menjadi anggota (member) dari Active Directory Domain Controller (AD DC) adalah membuat sebuah Service Account pada AD DC.
Sebagai Domain Administrator, logon ke dalam Active Directory Domain Controller (AD01) untuk membuat sebuah Service Account dengan informasi berikut, user logon name: SQL_Service dan password: Passw0rd (angka nol).
Setelah Service Account dibuat pada AD DC, Service Account tersebut harus dibuat menjadi anggota dari Local Administrators Group pada masing-masing Cluster Node.
Sebagai Domain Administrator, logon ke dalam Cluster Node 1, kemudian ikuti screenshots berikut.
Sebagai Domain Administrator, logon ke dalam Cluster Node 2, kemudian ikuti screenshots berikut.
Setelah konfigurasi Service Account selesai, kita lanjutkan dengan membuat sebuah Firewall Exception Rule untuk TCP port 1433 pada masing-masing Cluster Node, supaya instan SQL Server kita dapat diakses dan digunakan melalui jaringan TCP/IP.
Sebagai Domain Administrator, logon ke dalam Cluster Node 1, kemudian ikuti screenshots berikut.
Sebagai Domain Administrator, logon ke dalam Cluster Node 2, kemudian ikuti screenshots berikut.
Selesai dengan melakukan konfigurasi Firewall, kita lanjutkan dengan membuat iSCSI Target untuk instan SQL Server kita pada Cluster Storage (SS01).
Sebagai Domain Administrator, logon ke dalam Cluster Storage (SS01) kemudian ikutilah screenshots berikut ini untuk membuat iSCSI Target instan SQL Server (MSSQL).
Setelah iSCSI Target instan SQL Server (MSSQL) selesai dibuat, kita lanjutkan dengan malakukan konfigurasi iSCSI Initiator pada masing-masing Cluster Node dengan langkah-langkah berikut ini.
Sebagai Domain Administrator, logon ke dalam Cluster Node 1, kemudian ikuti screenshots berikut.
Sebagai Domain Administrator, logon ke dalam Cluster Node 2, kemudian ikuti screenshots berikut.
Setelah selesai dengan melakukan konfigurasi iSCSI Initiator, kita lanjutkan dengan membuat partisi dan melakukan format filesystem tipe NTFS pada iSCSI Target MSSQL pada Cluster Node 1 (CL01).
Sebagai Domain Administrator, logon ke dalam Cluster Node 1, kemudian ikuti screenshots berikut.
Sebagai Domain Administrator, logon ke dalam Cluster Node 2, kemudian ikuti screenshots berikut.
Setelah selesai membuat partisi, melakukan format dan memberi drive letter, tibalah saatnya untuk menambahkannya ke dalam Cluster sebagai Cluster Storage Disk dengan cara seperti berikut ini.
Sebagai Domain Administrator, logon ke dalam Cluster Node 1, kemudian ikuti screenshots berikut.
Setelah selesai menambahkan MSSQL Disk ke dalam Cluster sebagai Cluster Storage, kita lanjutkan dengan melakukan instalasi instan SQL Server ke dalam Cluster sebagai Service yang High Available dengan cara berikut ini.
Sebagai Domain Administrator, logon ke dalam Cluster Node 1, kemudian ikuti screenshots berikut.
Sebagai Domain Administrator, logon ke dalam Cluster Node 2, kemudian ikuti screenshots berikut.
Setelah selesai dengan instalasi pada kedua Cluster Node, marilah kita coba lakukan failover dari Cluster Node 1 (CL01) ke Cluster Node 2 (CL02).
Sebagai Domain Administrator, logon ke dalam Cluster Node 1, kemudian ikuti screenshots berikut.
Dengan demikian kita sudah berhasil melakukan instalasi sebuah instan SQL Server di atas Cluster yang High Available dan mampu melakukan Failover dari Cluster Node 1 ke Cluster Node 2.
Sebagai penutup saya ucapkan selamat mencoba semoga berguna dan bermanfaat bagi kita semua.