Another side of my life...

Blogging ? why not...
See also: Other Geeks@INDC

Jajal Sharepoint 2010 - Chapter 1

- Chapter 1 -

Ada apa dengan Sharepoint 2010 ?

 

Yups, nah sesuai judulnya pasti kita penasaran donk... Ada apa sich dengan sharepoint 2010 ini ? Apa bedanya ma yang 2007 ? Apa yang baru dan apa yang menarik. Mari kita simak yach yach... :D

Perbandingan Sharepoint 2007 dan Sharepoint 2010

Sharepoint 2007


Mungkin beberapa temen disini udah familiar dengan WSS 3.0 atau MOSS 2007. Masih inget khan dulu suka bikin :

1.       Features dan Solution Packages

2.       Web Part

3.       Event Handler atau Site Handler

4.       List Template atau Site Template

5.       Workflow

6.       Dashboard, KPI List, Excel Services, atau menggunakan reporting service yang terintegrasi dengan sharepoint

7.       Business Data Catalog

8.       Custom field type

9.       Infopath form

10.   Master pages

11.   Custom list

12.   Atau yang lain ?

Terus inget ga dulu tools apa aja yang kita pake ?

1.       Visual Studio Extensions for WSS 3.0

2.       Tools dari CodePlex

3.       Tools dari U2U (http://www.u2u.net/res/default.aspx)

4.       Sharepoint Designer

5.       Atau tools lain ?

Uhm, atau ada temen-temen yang belum familiar dengan terminologi diatas ? nah lho.. hehe, tenang aja disini kita sama-sama belajar, download deh e-book di http://geeks.netindonesia.net/library/Home/ShowSingleBook/84791/GeekSite, kamu bisa belajar banyak tentang hal-hal itu. Tapi temen-temen yang mau langsung belajar sharepoint 2010 juga bisa lanjutin kok bacanya, nanti dijelasin jadi tenang azaa.

 

Sharepoint 2010


Nah ini dia, hehe...

Sharepoint 2010 diluncurkan dalam beberapa versi, ada 3 jenis yaitu :

1.       SharePoint 2010 Server Enterprise (SPS)

2.       SharePoint 2010 Server Standard (SPS)

3.       Microsoft SharePoint Foundation (SPF)

Seperti biasa bedanya pertama jelas pada harganya, kemudian dari harga yang dibayar dapat feature-feature sesuai edisinya. Buat yang mau ‘Jajal' bisa menggunakan yang poin ketiga dulu. 

Perlu diketahui temen-temen, SharePoint 2010 Server hanya bisa dijalankan pada sistem operasi 64 Bit, nah lho.. ya yang belum upgrade, ya monggo diupgrade dulu. Memang ini berbeda dari pendahulunya MOSS 2007 dan WSS 3.0 yang bisa dijalankan baik di sistem operasi 32-bit atau 64-bit.

Kabar baik lainnya, untuk kepentingan development, SharePoint 2010 Server bisa diinstall di Client OS, seperti Windows 7 dan Windows Vista, jangan lupa musti yang versi 64-bit lho..:P

Sharepoint Server 2010 juga running dengan IIS 7.0, ada beberapa perubahan di httpmodules dan httphandlers registrations di web.config-nya. Ajax dan Silverlight sudah di support dari bawaannya (native), ga perlu koprek-koprek web.config lagi jadinya (asyiikkk).

Oke, sekarang kita pengen tahu sebenarnya benefit yang bisa ditawarkan Sharepoint Server 2010 ini untuk meningkatkan bisnis perusahaan apaan yach, coba simak di bawah ini :


Sebagai platform kolaborasi bisnis untuk enterprise dan web, SharePoint 2010 dibagi ke dalam 6 area fungsional. Lihat "SharePoint Pie" diatas, berikut adalah definisi sederhananya :

*      Sites: Site untuk berkolaborasi/bekerja bersama (cth: Team sites)

*      Communities: Jejaring sosial (Blogs, Wikis, User profiles)

*      Search: Pencarian konten dan karyawan (user)

*      Content: mendukung Web Content Management, Enterprise Content Management, Document Management and Rights Management

*      Composites: Membuat aplikasi tanpa harus koding dengan data eksternal (Business Connectivity Services)

*      Insights: Dukungan Business Intelligence dan Reporting

Diharapkan dengan 6 area fungsional ini dapat meningkatkan: kolaborasi pekerja dalam perusahaan, mengurangi biaya dengan infrastruktur yang terintegrasi, dan dapat dengan cepat merespon kebutuhan operasional bisnis.

Oke, sekarang kita sama-sama udah tau khan perbedaan mendasar antara versi yang 2007 dan 2010, nah biar  makin gregetan. Coba simak dech, apa aja yach yang baru di sharepoint 2010 ini.

Yang baru dari Sharepoint Server 2010

 

*      Peningkatan pada User Interface, dan aksesibilitas. Yang jelas makin aduhai..

*      Tersedia tools baru yang lebih mantap buat Developer dan Designer.

*      Integrasi dengan PowerShell

*      Peningkatan pada sharepoint lists dan events

*      Integrasi dengan LINQ (SPMetal)

*      Client-side object model dan runtime yang baru, peningkatan dari object model terdahulu.

*      Penambahan dukungan untuk membuat aplikasi workflow

*      Extensible architecture yang baru untuk mendukung aplikasi service

*      Evolving story untuk mengintegrasikan SharePoint dengan data eksternal

*      Connector framework untuk meningkatkan fungsi Search

*      Sandbox Solutions dan Partially Trusted Code

*      Security berbasiskan The shift to claims

Untuk saat ini poin-poin diatas tidak dijabarkan mendetail, tapi untuk membuka wawasan kita tentang area-area yang dikembangkan pada Sharepoint Server 2010 ini, karena nantinya kita akan banyak menggunakan hal-hal diatas untuk development.

Beberapa perubahan pada UI :

Team Site


Perubahan team site pada sharepoint 2010 :

*      Master page sudah berubah sekarang menu Site Action ada disebelah kiri.

*      Home Page berbentuk wiki page (SitePages/Home.aspx)


Server Ribbon


Perubahan UI yang paling signifikan terlihat pada penggunaan Server Ribbon di Sharepoint 2010. Ribbon ini ditambahkan sebagai konsistensi penggunaan ribbon pada Office versi 2007, sehingga memudahkan pengguna yang sudah terbiasa menggunakannya. Ribbon ini menggunakan JavaScript yang memungkinkan user melakukan switching dari mode edit ke mode display tanpa melakukan postback ke web server.

In-place editing


Perubahan desain ini dilakukan untuk menghilangkan HTTP post back, yang digunakan saat melakukan perubahan dalam browser. SharePoint 2010 memiliki core engine baru untuk memproses halaman dengan berbasiskan ASP.NET AJAX dan di desain agar terlihat Web 2.0 banget.

In-place editing salah satu contoh perubahan yang jelas terlihat dari sisi user ketika pindah ke SharePoint 2007.


Terminologi Sharepoint


Gambar diatas menggambarkan hirarki dari class-class dalam Sharepoint Object Model yang sering digunakan. Class-class ini masih tetap dapat digunakan pada Sharepoint 2010.

 

Code WSS 3.0


Source Code WSS 3.0 masih kompatibel di Sharepoint 2010. Bisa dilihat bahwa code ini dapat berjalan dengan cara yang sama yaitu :

*      Harus memasukan referensi ke Microsoft.SharePoint.dll.

*      Memanggil Sharepoint Object Model dengan menggunakan objek new SPSite

*      Menggunakan using untuk memastikan objek di Dispose

*      Beberapa collection di sharePoint object model mendukung syntax For Each untuk enumerasi.

*      Menggunakan .NET versi 3.5


Sharepoint 2010 Developer Dashboard


Opo iku Developer dashboard? Ini pertama kalinya diperkenalkan di Sharepoint 2010. Ini adalah halaman untuk melihat diagnostik dan statistik dari performa web seperti :

*      Berapa lama sebuah request dijalankan ?

*      Event handler mana saja yang baru dieksekusi ?

*      Bagaimana urutan eksekusi event handler-event handler tersebut ?

*      Untuk versi Beta 2 belum ada komponen built-in UI yang dapat digunakan user untuk mengaktifkan/nonaktifkan developer dashboard. Alternatif lain, kita dapat membuat aplikasi console sederhana untuk melakukan hal tersebut.

Debug Sharepoint 2010


Untuk melakukan debugging sharepoint 2010 dengan baik sebaiknya kita menjalankan Visual Studio 2010 dengan role Administrator karena Windows process pada Visual Studio 2010 membutuhkan priviledge yang cukup tinggi untuk melakukan attach dan debug ke IIS Worker Process (W3WP.EXE)

Tools untuk Sharepoint 2010

Visual Studio 2010

Visual Studio adalah tools yang digunakan membangun solusi yang berbasiskan .Net Framework. Sharepoint adalah salah satunya. Microsoft memberikan dukungan pengembangan Sharepoint 2010 yang lebih baik pada Visual Studio 2010, karena :

*      Dibuat oleh grup yang tergabung dalam team Visual Studio 2010

*      Sebuah langkah pengembangan yang besar dari versi sebelumnya

*      Hanya digunakan untuk pengembangan Sharepoint 2010

Lebih dalam lagi akan dibahas di chapter selanjutnya.

 

Sharepoint Designer 2010


Sharepoint designer (SPD) adalah tools yang digunakan designer untuk mengubah tampilan, struktur dan konten di dalam sharepoint site. Sharepoint designer yang baru ini memiliki perbedaan yang signifikan dari versi sebelumnya, perbedaan itu diantara lain :

*      Tampilan SPD fokus pada SharePoint object

o   Adanya hubungan antar SPD object

o   Navigasi yang intuitif antar SPD object

*      Pekerjaan di SPD dapat di migrasi ke Visual Studio 2010

o   Hasil customization di SPD dapat di export ke file .wsp

o   Kemudian file .wsp di import ke Visual Studio

*      SharePoint object seperti lists dan workflow terlihat sebagai objek teratas dalam tampilan yang baru

*      Setiap SharePoint object memiliki summary page

*      Workflow designer yang lebih powerful

*      SPD dapat membuat reusable workflows - ini sebelumnya tak dapat dilakukan di SPD 2007

 

Integrasi Sharepoint 2010 dengan PowerShell

 

Dukungan PowerShell untuk Sharepoint 2010

Sekarang team pengembang sharepoint berkolaborasi dengan team produk server yang lain, sehingga memungkinkan pekerjaan administratif sharepoint dapat dikerjakan dengan Powershell scripting. Oleh karena itu, pengetahuan tentang powershell scripting wajib diketahui oleh developer dan administrator Sharepoint 2010.

WSS versi sebelumnya menggunakan STSADM.exe untuk melakukan scripting dan administrasi sharepoint site. Pada Sharepoint 2010, STSADM digantikan dengan PowerShell. Dengan Powershell ini kita dapat menulis script untuk WSS Object Model dan membuat custom snap-ins (command yang dapat dipanggil melalui powershell).

Apa itu Powershell ?


Powershell itu bisa dibilang pengganti CMD (command) shell dan VBScript yang selama ini kita kenal. Ini adalah environment untuk mengatur dan mengotomatisasi pekerjaan administrasi dengan script.

Powershell Fundamental :

*      Cmdlet adalah fungsi yang dapat dipanggil

*      Dengan Pipelining memungkinkan satu Cmdlet dikembalikan sebagai objek dan menjadi input untuk yang lain.

*      PowerShell memiliki kemampuan untuk memformat keluaran dengan list atau tabel.

*      PowerShell adalah provider-based model, sehingga dapat mengakses resources sesuai dengan Snap-ins yang diload

*      Powershell mendukung SharePoint melalui snap-in Microsoft.SharePoint.Powershell.

Coba Powershell !!


Oke kita akan sedikit mengulas sekilas tentang eksekusi script powershell diatas.

1.       Contoh pertama, menampilkan bagaimana memanggil Cmdlet tanpa parameter.

2.       Contoh kedua, menambahkan parameter berupa filter dengan menambah command :

Where-Object {$_.name -eq "F*"}

  • Syntaxt $_ merujuk pada objek di dalam pertanyaan (Where-Object)
  • $_.name merujuk pada nama properti dari objek
  • -eq adalah operator sama dengan (=)

3.       Contoh ketiga, menambahkan instruksi untuk melakukan format keluaran

4.       Contoh terakhir, menuliskan output ke dalam file teks baru.

 

Scripts & Execution Policy


Kita dapat membuat sendiri script powershell. Script akan berbentuk file dengan extension .ps1. Sebelum script dieksekusi, lakukan konfigurasi pada Local Execution Policy. Diatas adalah contoh melakukan tiga konfigurasi local execution policy yang berbeda sebelum mengeksekusi script.

Secara default, powershell tidak mengizinkan script untuk berjalan. Sehingga Administrator harus mengubah terlebih dahulu execution policy-nya sebelum mengeksekusi script.

Setting untuk Execution Policy diantara lain :

  • restricted (default) - script tidak dapat dijalankan
  • unrestricted - script dapat dijalankan. Script yang sudah signed dapat berjalan dengan interaksi user. Script yang belum di- signed akan mengeluarkan prompt pada user untuk mengeksekusi script.
  • bypass (developer mode) - script langsung dijalankan dan tidak muncul prompt.

Edit Script dengan PowerShell ISE

Pada release pertama Powershell, administrator dan developer menggunakan notepad untuk menulis script. Sekarang, PowerShell 2 menyediakan editor untuk membuat script powershell dengan nama PowerShell Integrated Scripting Environment (ISE).  Editor ini mendukung color-coding, IntelliSense dan debugging. Ini sangat bermanfaat ketika kita menulis script dengan kontrol alur logika yang kompleks, sehingga membutuhkan kemampuan debug untuk melihat satu per-satu baris script di eksekusi.

 

Sharepoint Powershell Snap-in

Snap-in adalah kumpulan command (Cmdlets) yang dapat digunakan pada powershell. SharePoint Server 2010 menyediakan banyak Cmdlets untuk administrasi SharePoint melalui Snap-in provider dengan nama Microsoft.SharePoint.PowerShell. cmdlets SharePoint tidak dapat dipanggil sebelum SharePoint snap-in diload terlebih dahulu.

 Untuk melakukan load sharepoint snap-in pada powershell bisa menggunakan dua cara, yaitu :

1.       Melalui PowerShell console dengan command Add-PSSnapin [Nama Snap-in]


2.       Melalui shortcut pada startmenu. Start > Administrative Tools > Sharepoint Management Console. Link ini akan merujuk pada XML File yang meload sharepoint snap-in secara deklaratif.


Contoh Scripting dengan PowerShell

Berikut adalah contoh script powershell untuk sharepoint :

Script 1:


Script 2:


Hasil eksekusi


Contoh pertama menunjukan cara untuk menampilkan daftar features yang terinstall di farm dimana property Display Name mengandung kata "Publishing". Diikuti dengan parameter untuk melakukan sorting berdasarkan Scope, dan ditampilkan ke dalam format tabel.

Contoh kedua menunjukan script yang menggunakan cmdlet "New-SPSite" untuk membuat site baru. Perhatikan bahwa cmdlet New-SPSite mengembalikan objek SPSite yang kemudian digunakan untuk mengakses objek SPWeb di top-level site.

Membuat Custom PowerShell Snap-in

Powershell dibuat dengan kemampuan yang bisa di extend. Sehingga memungkinkan sharepoint developer untuk membuat custom snap-in. STSADM sudah tidak lagi digunakan.

Jika kita bekerja dengan sharepoint server 2010 sebagai seorang administrator atau developer, kita akan sering menggunakan cmdlet dalam Powershell, dan terkadang ada kebutuhan untuk membuat custom cmdlet caranya dengan membuat Powershell snap-in sendiri. Pendekatan seperti ini membuat kita lebih mudah dalam melakukan pekerjaan administratif. Seperti membuat reusable control dengan Visual Studio yang mengencapsulate serangkaian logic di dalamnya.

Contoh solusi snap-in.


Contoh CMDLet yang mengembalikan return value berupa collection SPSite dari http://localhost.


Contoh CMDLet untuk membuat site baru & task list dengan nama Wingtip, dengan parameter sitename.

 

 

Oke, sampe disini dulu. Sori kalau ada salah kata-kata, mohon koreksinya.

C u at next chapter..

 

Reference :

Sharepoint 2010 Ignite

Share this post: | | | |

Comments

Twitter Trackbacks for Jajal Sharepoint 2010 - Chapter 1 - Another side of my life... [netindonesia.net] on Topsy.com said:

Pingback from  Twitter Trackbacks for                 Jajal Sharepoint 2010 - Chapter 1 - Another side of my life...         [netindonesia.net]        on Topsy.com

# June 10, 2010 1:24 PM

agusto said:

mantabs fadil, lengkap banget

# June 10, 2010 3:08 PM

Agusto Xaverius said:

Berikut adalah artikel yang menjadi juara dalam SharePoint 2010 Blog Contest: http://netindonesia.net

# July 13, 2010 5:50 PM

Wira Sanjaya Saputro said:

mas mau tanya, apakah untuk pembuatan webparts di sharepoints 2010 itu juga tidak ada interface nya seperti di sharepoint 2007?

apakah webparts itu boleh saya asumsikan sama dengan user control di ASP.NET(.ascx)??

thx :)

# January 26, 2011 9:44 AM

Wira Sanjaya Saputro said:

test

# January 26, 2011 9:47 AM