Julius Fenata, mengabari langsung dari Imagine Cup 2009 bahwa Tim Big Bang dari Indonesia lagi-lagi (senang sekali bisa menyebut kata-kata ini) berhasil mengibarkan Sang Saka Merah Putih di Kairo - Mesir dan membawa salah satu trofi yang cukup bergengsi yaitu Mobile Device Award.

Masih hangat dibenak kita, ketika tahun lalu Tim Antarmuka berhasil membawa salah satu piala dari Rural Innovation Award di kompetisi tahunan Imagine Cup 2008 – Paris, Prancis. Tim Antarmuka yang berasal dari Institut Teknologi Bandung ini membawa sebuah project yang berjudul Butterfly. Sistem Butterfly adalah sistem pelaporan yang memungkinkan siapa pun secara cepat dapat melaporkan masalah lingkungan lewat suara, aplikasi mobile, dan web ke sistem itu. Sistem ini menggarap hingga respon dari pihak otoritas dapat diakses publik.
Tim Big Bang berasal dari Institut Teknologi Bandung beranggotakan David Samuel, Dody Dharma, Dominikus Damas Putranto, dan Samuel Simon. Ella Madanella – salah satu anggota tim Antarmuka, pemenang ImagineCup 2008 menjadi mentor tim pemenang ini.
![clip_image001[4] clip_image001[4]](http://netindonesia.net/blogs/narn/clip_image0014_thumb_6C378A20.jpg)
Tim Big Bang berhasil memukau para juri dengan project yang berjudul MOSES (Malaria Observation System and Endemic Surveillance) – Aplikasi ini menggabungkan teknologi client runtime dengan aplikasi di PDA untuk melakukan diagnosa dan analisis terhadap pasien yang diduga terkena malaria secara cepat. Solusi ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang berada di daerah terpencil agar dapat memperoleh pelayanan kesehatan secara cepat dan tepat.
Pada daerah terpencil tersebut para petugas kesehatan dapat mengunjungi para pasien yang diduga terjangkit malaria, dan melakukan beberapa pemeriksaan terhadap pasien tersebut. Dalam aktifitasnya, petugas kesehatan tersebut dibekali oleh beberapa teknologi yang dapat membantu untuk melakukan anamnesa terhadap penyakit tersebut. Big Bang team menciptakan sebuah virtual character (avatar) bernama Marceline, yang dapat membantu petugas kesehatan mendiagnosa Malaria.
Setelah seluruh data yang berhubungan dengan anamnesa tersebut didapat, petugas kesehatan juga dilengkapi dengan alat yang bernama PDAscope yang terdiri dari sebuah modifikasi microscope plus PDA. PDAscope ini nantinya akan dapat menjadi alat pelengkap agar kamera yang berada pada PDA yang dapat meneropong sampel darah yang diambil dari tubuh pasien. Sampel tersebut kemudian akan dianalisa dengan neural network algorithm, dimana metoda tersebut membantu mempercepat penentuan hasil apakah sebuah sampel darah tersebut terjangkit penyakit malaria atau tidak.
Atas solusi tersebut Big Bang team memenangkan Mobile Device Award, bersama-sama dengan Negara Brazil dan Croatia. Sebagai team yang solusinya mencakup implementasi teknologi dalam area Mobile Device. Kemenangan ini tentu memberi angin segar kepada rombongan 4 tim dari seantero Indonesia yang bertarung di Mesir.
Semoga pencapaian ini juga dapat memberikan angin segar bagi iklim investasi IT dan meningkatkan rasa percaya diri bangsa ini untuk terus berkiprah di kancah dunia.
Salam,
Narenda Wicaksono
ex Imagine Cup Competitor